Batalkan Beasiswa S2 ke Tiongkok Demi Jadi Kepala Desa

  • 4
  • 104
© Image foto :tribunnews.com

KLATEN (1/10/2023), Sabiq Muhammad menjadi kepala desa di Prawatan, Kecamatan Joginalan, Klaten di usia tergolong muda yakni 25 tahun. Demi mengabdi untuk desanya, dia  rela mengubur mimpinya belajar ke negeri Tiongkok. Sabiq baru mendaftar menjadi calon kepala desa di menit-menit terakhir atau sekitar 30 menit sebelum penutupan.

Sabiq dilantik bersama kepala desa lainnya di Pendopo Pemerintah Kabupate Klaten pada Rabu (27/9/2023). Sejak Januari lalu, Sabiq Muhammad sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi jenjang S2 ke Tiongkok usai menjadi penerima beasiswa pendidikan di China Agricultural University dengan mengambil jurusan pertanian. Dia dijadwalkan berangkat pada awal September ini.

Sabiq sejak kecil sudah mengenyam pendidikan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) sehingga jarang di rumah. Kemudian melanjutkan S1-nya di Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta dengan mengambil jurusan hukum. Baru dua tahun belakangan ini, di rumahnya, Sabiq aktif berkegiatan di sektor pertanian di desanya.

Ketika ada kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades), pria kelahiran 18 Maret 1998 ini mencoba ikut bertarung. Dan hasilnya, masyarakat memberi amanah. Terpilihnya Sabiq sebagai kades, di luar prediksi Sabiq sendiri.

“Saya sendiri mendaftar karena ada desakan dari masyarakat. Tapi saya punya prinsip tanpa politik uang. Soalnya itu tidak mendidik dan menjerumuskan masyarakat,” ucap Sabiq ditemui seusai pelantikan.

Diakuinya, awalnya ia bimbang antara melanjutkan kuliah S2 di negeri Tirai Bambu atau mengabdi ke masyarakat ketika terpilih menjadi kepala desa. Mengingat mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri menjadi kesempatan yang langka. Sabiq pun harus berhadapan dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, yang dia sebut sebagai pemberi beasiswa.

 “Ya, saya dapat teguran, tapi memang ini pilihan. Dari tesis saya, itu bisa jadi program pertanian di desa. Meskipun saya sarjana hukum, tapi sudah punya niat untuk lanjut ke pertanian,” ungkap pemuda kelahiran Maret 1998 ini.

Sabiq hendak memanfaatkan tanah kas desa untuk pengelolaan pertanian organik. Mengingat sektor pertanian menjadi potensi Desa Prawatan. Dalam mengembangkan pertanian organik itu dia akan menggandeng kelompok tani desa setempat yang selama ini dia dampingi.

“Jadi tesis yang saya siapkan sekalian dijadikan program saja di desa. Apalagi memang membutuhkan percobaan,” ucap Sabiq.

Peran Santri

Salah satu program yang digulirkan adalah pertanian organik lewat pengelolaan sampah menjadi pupuk. Selain itu dia akan melakukan pemetaan sungai di desanya untuk menjamin kelancaran pengairan saat musim kemarau tiba.

“Kami juga membuat peta sungai. Ini ada titik-titik rawan krisis (kekeringan). Jadi, bagaimana kemudian, kami menjamin hak atas air untuk warga dan petani . Saya santri, sejak kecil selalu di pesantren dan baru dua tahun ini di rumah. Ibu saya sudah pesan, santri harus berkontribusi untuk masyarakat. Jadi, ini kesempatan yang baik untuk dekat ke warga,” tegasnya

Sejak dulu, Sabiq berupaya mencari celah untuk menjadi bagian dari rakyat. Saat di rumah, dia menjadi pemimpin tahlilan, selain mendampingi para petani. Keputusannya memilih untuk ikut pemilihan kepala desa (pilkades) juga dipertanyakan oleh kedua orang tuanya. Orang tua Sabiq paham perjuangan sang putra pertama untuk mendapatkan beasiswa.

Ayah Sabiq, Purwadi Hidayat (58), merasa bangga dengan pencapaian sang putra. Tapi di sisi lain, dia pun juga merasa bimbang. Satu minggu setelah pendaftaran pilkades, Purwadi masih bimbang, apakah Sabiq mampu menjadi pemimpin yang baik jika terpilih.

“Satu minggu itu saya bimbang. Karena Sabiq sudah dapat beasiswa kuliah di luar negeri. Kompetisinya kan luar biasa. Eman-eman kalau dilepas, tapi itu dorongan masyarakat, ya sudah,” bebernya. Purwadi sudah menyiapkan jadwal untuk anak-anaknya agar bisa sekolah tinggi. Dia berkomitmen untuk membekali ilmu pendidikan, bahkan hingga jenjang doktoral.

“Ya karena saya sudah siapkan jadwal itu. Jadi saya bimbang, saya sempat belum restui. Mantap kasih restu itu setelah benar-benar ada desakan masyarakat dan keluarga. Sabiq punya potensi jadi pemimpin,” tutupnya. *PS berbagai sumber

Prev Post Festival Lima Gunung, Pesta Budaya Petani Magelang
Next Post Menko PMK: Pesan Maulid Nabi Tentang Cinta Kasih, Persatuan Dan Perdamaian
Related Posts
Commnets
Leave A Comment
or

For faster login or register use your social account.

Connect with Facebook