Festival Ngubek Beber dan Rampak Lodong, Gotong Royong Wujudkan Desa Wisata

  • 4
  • 1094
© Image ISBI-Istimewa

Potensi gotong royong dan penggalian nilai kearifan lokal bisa mewujudkan Cikelet menjadi desa wisata yang potensial.

GARUT (2/09/2022), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui penyelenggaraan “Festival Budaya Ngubek Beber dan Rampak Lodong” di Kawasan Wisata Gunung Geder, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (28/8). Kegiatan itu mengusung tema Pelestarian dan Penguatan Kearifan Lokal Masyarakat Cikelet Menjadi Desa Wisata.

Bupati Garut Rudy Gunawan membuka secara resmi acara Pelestarian Lingkungan dan Penguatan  Kearifan Lokal Masyarakat Cikelet melalui Festival Budaya Ngubek Beber dan Rampak Lodong yang dilaksanakan di Gunung Geder Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut (28/8).

Dikutip dari Jabarprov.go.id, ngubek Beber sendiri merupakan istilah dalam Bahasa Sunda yang berarti menangkap ikan bersama-sama di muara yang menggambarkan tradisi gotong royong masyarakat Cikelet. Sedangkan rampak lodong yang disuguhkan dalam festival ini, merupakan alat musik tradisional dari bahan bambu.

Bupati Garut menyampaikan, pihaknya turut bergembira atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, ini merupakan bentuk pelestarian terhadap budaya yang merupakan warisan nenek moyang. Ia juga berterimakasih kepada para panitia yang sudah bahu membahu menyelenggarakan kegiatan ini, di mana kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia.

"Bapak ibu tentu saya selaku Bupati Garut turut bergembira hari ini, ada hal yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengingatkan kembali tentang kebudayaan kita yang sudah (ada) sejak ratusan tahun lalu," ucapnya.

Sebagai wujud kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan dana penguatan untuk Gunung Geder di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.

"Tadi ibu ketua sudah memperkenalkan diri, maka ibu Ketua DPRD dengan Bupati masing-masing akan memberikan untuk penguatan Gunung Geder di APBD 2023 sebanyak 200 juta rupiah melalui bantuan keuangan desa untuk desa wisata," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Een Herdiani mengatakan, ia sangat terharu menyaksikan kegiatan ini. Ia berharap, dengan terselenggaranya festival ini nantinya masyarakat bisa lebih mandiri, lebih sehat, dan tetap mempertahankan sikap gotong royong yang dimiliki oleh warga di Kecamatan Cikelet ini.

"Saya salut yang menyelenggarakan ini ternyata semua masyarakat bisa terlibat dalam kegiatan. Inilah potensi gotong royong masyarakat Cikelet yang harus terus dipertahankan bapak ibu, dan ini akan menjadikan Cikelet menjadi tempat wisata yang potensial," ucap Een.

Edukasi Lingkungan

Festival Budaya Ngubek Beber dan Rampak Lodong ini digagas Iip Sarip Hidayana seorang pegiat budaya di Cikelet, yang juga Dosen Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Gelaran ini bekerja sama dengan Yayasan CKLT, dan dukungan Program Nasional Revolusi Mental (GNRM) Kemenko PMK dan Forum Rektor Indonesia.

Festival ini melibatkan mahasiswa serta dosen ISBI Bandung, 300 siswa dari empat SMP dan SMA di Kabupaten Garut, seniman, pegiat budaya, masyarakat umum dan pihak lainnya yang turut meramaikan festival ini.

Dikutip dari majalahsora.com, Iip memandang gotong royong merupakan spirit dasar yang menjadi energi utama masyarakat desa. Saat ini, spirit gotong royong tersebut mulai terkikis oleh sikap pragmatisme yang semakin menguat akibat perubahan gaya hidup sebagai dampak kapitalisme global yang memasuki ruang-ruang kehidupan kita sehari-hari.

“Spirit gotong royong sejatinya adalah ruh bangsa Indonesia dalam membangun kehidupan sosial yang harmoni dan kokoh. Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan lokal ini perlu terus digali dan dikuatkan kembali,” katanya.

Dalam konteks kekinian, penggalian nilai-nilai kearifan lokal itu di antaranya dilakukan melalui penyelenggaraan festival seni budaya yang dapat menggugah kembali spirit tersebut.  Pada saat yang sama, festival ini juga menjadi bentuk upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui potensi kearifan lokal. Selain itu, penggalian spirit gotong royong ini diintegrasikan dalam kegiatan edukasi lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Euis Ida Wartiah berharap dengan adanya Festival Ngubek Beber dan Rampak Lodong ini, ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Garut dapat bangkit lebih kuat, setelah sebelumnya diterpa pandemi COVID-19. 

"Jadi dari sekarang Cikelet ini adalah kecamatan yang paling baik kebudayaannya, ada kampung dukuh dan sebagainya, dan saya mengucapkan selamat dan apresiasi setelah dilaksanakan Ngubek Beber dan Rampak Lodong semoga sukses dan lancar," jelas Euis. *PS

Sumber : jabarprov.go.id dan majalahsora.com diakses 2 September 2022

Prev Post Festival Lima Gunung, Pesta Budaya Petani Magelang
Next Post Filosofi IKIGAI, Konsep Hidup Agar Bahagia
Related Posts
Commnets
Leave A Comment
or

For faster login or register use your social account.

Connect with Facebook