Gotong Royong untuk Dusun Aik Mual

  • 4
  • 1182
© Image Kompas.com

Dusun Aik Mual selama bertahun-tahun kesulitan mengakses berbagai pelayanan dan mengalami ketertinggalan. Gotong royong menjadi kunci untuk meretas ketertinggalan Dusun Aik Mual.

Jakarta (28/06/2022), Warga terpencil di Dusun Aik Mual, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) akhirnya bisa menikmati pelayanan dasar air bersih, Pustu Poskesdes dan fasilitas MCK komunal. Peresmian fasilitas di Dusun Aik Mual itu dihadiri dihadiri oleh Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, dan pihak Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN), Jumat (24/6).

Dilansir dari Kompas.com, Dusun Aik Mual tergolong daerah tertinggal. Jaringan listrik baru tersambung pada 2015. Selama bertahun-tahun pula, masyarakat kesulitan mengakses pelayanan kesehatan yang layak. Kepala Dusun Aik Mual, Multazam mengatakan, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat berada di Desa Eyat Mayang. Jaraknya sekitar 10 kilometer. Sebelum ada jalan aspal, warga yang sakit atau hendak bersalin harus dibawa menggunakan tandu sejauh 5 kilometer menuju Desa Mareje Timur. Dari desa ini, warga Dusun Aik Mual mencari kendaraan untuk membawa pasien ke puskesmas.

“Karena jalan ini (di Dusun Aik Mual) tahun 2020 baru diaspal, sebelumnya tidak ada. Hanya ada jalan tanah, (ditandu) sekitar 5 kilometer ke Mareje Timur,” ujar Multazam. Persoalan lainnya yakni akses terhadap air bersih. Istri Multazam, Rabiah (21), harus berjalan sekitar 400 meter melewati perbukitan untuk mengambil air di sumur dangkal. “Termasuk saya, kalau ambil air pakai jeriken,” kata laki-laki kelahiran 30 Agustus 1991 itu.

Dusun Aik Mual merupakan salah satu daerah dampingan YTBN sejak 2016. Program pertama Bakti Nusantara ketika itu yakni membangun gedung madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah bersama Kodim 1606 Lombok Barat. Kemudian, pada Agustus 2021, YTBN menggagas pembangunan puskesmas pembantu (pustu) plus, sumur sedalam 120 meter sebagai sumber air bersih, dan toilet komunal.

AFC Life Science Indonesia sebagai donatur utama memberikan dana senilai Rp 2 miliar untuk mendirikan bangunan seluas 500 meter persegi beserta alat kesehatannya. Pustu plus memiliki fasilitas yang lebih lengkap ketimbang puskesmas pembantu biasa. Terdapat ruang rawat inap, ruang bersalin, ruang pemulihan pasca-persalinan, hingga inkubator.

Kemudian, dokter umum dari pukesmas dijadwalkan berkunjung tiga kali dalam satu pekan. Untuk pembangunan tempat penampungan air atau tandon dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan anggaran untuk membangun toilet komunal berasal dari donasi Kepolisian Daerah (Polda) NTB.

Setelah pustu plus selesai dibangun, YTBN menyerahkan fasilitas kesehatan itu kepada Pemkab Lombok Barat. Sebelum diserahkan, YTBN telah menganggarkan dana operasional selama dua tahun. Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengatakan, pemerintah akan memastikan keberlangsungan operasional pustu plus setelah dua tahun ke depan. Sebab, dana operasional akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dikutip dari suarantb.com,  Kapolda NTB melalui Direktur Binmas Polda NTB, Kombes Pol Dessy Ismail, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas air bersih menjadi wujud komitmen Polda NTB dalam membantu masyarakat, menghadirkan sumber air bersih dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sementara itu, Ketua YTBN, Teguh Dwi Nugroho mengatakan melalui Bakti Nusantara, pihaknya berupaya mewujudkan program-program berkelanjutan yang memberikan dampak yang signifikan bagi warga. “Tidak hanya membangun fasilitas fisik, Bakti Nusantara juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menggali kemunculan pemimpin- pemimpin lokal yang lebih memahami daerahnya, lebih rendah hati, dan lebih mampu mencari solusi aplikatif sesuai kondisi di sekitarnya,” harap dia.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, menyampaikan pihaknya mengapresiasi Polda NTB dan YTBN yang telah membangun fasilitas air bersih dan menyelenggarakan Bakti Nusantara di Dusun Aik Mual.

 “Selama ini Pemkab telah berupaya keras memajukan infrastruktur fisik dan sumberdaya manusia di berbagai penjuru Lombok Barat. Kolaborasi berbagai pihak sangat membantu kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, kami berharap lebih banyak kolaborasi dilakukan,” jelasnya.

Dusun Aik Mual dipilih oleh Bakti Nusantara karena lokasinya yang terpencil dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah. Kondisi geografis disertai keterbatasan transportasi menjadi salah satu faktor penghambat bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan terdekat.

Berbagai permasalahan kesehatan masyarakat setempat seperti rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi yang menyebabkan angka pernikahan usia dini cukup tinggi di rentang usia 12-15 tahun, rendahnya status gizi, serta kurangnya kesadaran kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih.

Yayasan Tunas Bakti Nusantara sebagai sebuah organisasi inklusif ingin menjadi penggerak bagi semua pihak yang terlibat untuk bergotong royong bagi kesejahteraan masyarakat di daerah yang masih tertinggal di Indonesia. Bakti Nusantara adalah gerakan yang dilandasi oleh semangat kepedulian, kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong untuk mendorong pembangunan di wilayah terdepan, tertinggal, terluar (3T) Indonesia.

Para relawan YTBN yang dilibatkan dalam program Bakti Nusantara di Dusun Aik Mual berasal  dari berbagai daerah seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Dikutip dari Kompas.com, latar belakang profesi mereka pun beragam. Ada yang bekerja sebagai dokter, akademisi, guru, wiraswasta, pegiat literasi, dan ada pula mahasiswa.

Selama dua hari, mereka memberikan pelatihan kepada masyarakat, antara lain pelatihan hidroponik pembuatan kerajinan tangan, penyuluhan gizi, penyuluhan kesehatan reproduksi, dan penyuluhan manajemen puskesmas. Ada juga peningkatan kapasitas guru oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kemah perdamaian Pramuka serta kelas menulis.*PS

Sumber : Suarantb.com dan Kompas.com diakses 28 Juni 2022

Prev Post Festival Lima Gunung, Pesta Budaya Petani Magelang
Next Post Lawatan Jokowi Bawa Misi Perdamaian Ukraina-Rusia
Related Posts
Commnets
Leave A Comment
or

For faster login or register use your social account.

Connect with Facebook