Menko PMK Minta Maaf dan Luruskan Soal Wasiat Bung Karno

  • 4
  • 273
© Image Kemenkopmk.go.id
BLITAR (28/08/2022), Menko PMK Muhadjir Effendy berziarah ke Makam Proklamator RI Bung Karno di Blitar (27/8). Ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya di Kota Bung Karno itu. Sebelumnya Muhadjir menghadiri kemeriahan Blitar Ethnics National (BEN) dan prosesi menanam pohon untuk program Aksi Nyata Revolusi Mental Penanaman Sepuluh Juta Pohon di SMPN 3 Blitar.
“Kita sebagai masyarakat Indonesia tidak boleh lupa dengan para pahlawan. Setidaknya setahun sekali, dalam momentum memperingati kemerdekaan, wajib kita untuk berziarah dan mendoakan mereka,” kata mantan Mendikbud itu di Kompleks Makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan.
Dalam ziarah dan doa itu Muhadjir duduk bersila di sisi makam Bung Karno, yang diapit kedua orang tuanya Ida Ayu Nyoman Rai dan R. Soekeni Sosrodihardjo. Menko PMK melafalkan Alfatihah dan tahlil, serta doa ampunan sekitar setengah jam. Ziarah kali keempat selama Muhadjir jadi menteri itu didampingi Deputi V Kemenko PMK Didik Suhardi, Wakil Wali Kota Blitar Tjujuk Sunario, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono, dan pejabat lain.

Setelah ziarah, Muhadjir menyapa para peziarah yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Sore itu suasana ramai. “Kami dari Majalengka, Pak Menteri,” kata sekelompok peziarah menyambut sapaan. Sementara itu, Menko PMK meluruskan pernyataannya tentang Bung Karno berwasiat minta dimakamkan di Blitar saat memberikan sambutan di acara BEN. Setelah mengecek berdasarkan biografi Bung Karno, Muhadjir menyatakan bahwa Bung Karno mewasiatkan dimakamkan di daerah Priangan, yakni di Batu Tulis, Bogor.

Sedangkan keputusan pemerintah Presiden Soeharto memakamkan Bung Karno di Blitar terkait alasan, agar lebih dekat kepada makam ibunya. Karena Bung Karno dinilai sangat dekat dengan ibunya selama hidup. 
“Dengan demikian, pernyataan saya luruskan. Saya mohon maaf,” kata Muhadjir Effendy. 

*ps Sumber berita : Kemenkopmk.go.id Sumber Foto : Kemenkopmk.go.id
Prev Post Festival Lima Gunung, Pesta Budaya Petani Magelang
Next Post Didik Suhardi: Perlu Aksi Nyata Revolusi Mental untuk Gratiskan Aplikasi Digital Parenting
Related Posts
Commnets
Leave A Comment
or

For faster login or register use your social account.

Connect with Facebook