Mengungkit Budaya, Desa Berdaya, Revolusi Mental Berjaya

  • 4
  • 451
© Image

Penulis : Yusuf Murtiono Ketua YP2M/FORMASI Kebumen dan Sarman Kepala Desa Kalirejo Kec. Karanggayam Kebumen

Desa Kalirejo Kecamatan Karanggayam merupakan salah satu Desa di   kluster pegunungan bagian  utara Kabupaten Kebumen yang memiliki aneka kekayaan seni dan budaya turun temurun. Salah satu bentuk kegiatan budaya yang masih dianggap sakral adalah kegiatan Ruwat Bumi atau Bersih Desa atau sebutan lain yang pada intinya masyarakat dan seluruh pemerintahan Desa merasa bersyukur atas karunia Tuhan YME.  Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara melakukan selamatan bersama antara unsur pemerintahan desa dan masyarakat.

Ruwat Bumi Desa Kalirejo tahun 2022 dilaksanakan bersamaan memperingati tahun baru hijriyah atau dalam adat jawa dikenal dengan sebutan bulan syuro (asyuro’)  mengambil thema “ Menjalin Kebersamaan untuk Memperkokoh Adat Istiadat “. Dengan semboyan “sedekah bumi nguripi nagari” menjadi pemicu bangkitnya semangat swadaya dan gotong royong dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan agenda yang disepakati dalam musyawarah Desa.

Acara yang puncaknya dilaksanakan kenduri bersama pada hari Jum’at, 26 Agustus 2022 menyajikan kirab tumpeng sebanyak 35, yang dibuat secara swadaya melalui RT sebanyak 32 tumpeng dan 3 sisanya dibuat oleh pemerintah Desa, lembaga adat dan Satgas Budaya Desa Kalirejo.

Hadir dalam acara kenduri dari unsur OPD Kabupaten, Forkompincam, Lembaga Adat dan Budaya Desa, Satgas Budaya, Pegiatan Desa/ Pegiat Budaya/ LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat/para kasepuhan, dan sebagian besar masyarakat dari perwakilan wilayah RT, baik pemuda, perempuan, anak dan para penyandang disabilitas. Keguyuban dalam acara kenduri.

Bentuk swadaya dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat mulai dari kerja bakti, bersih lingkungan, bersih makam, sampai dengan mempersiapkan seluruh pelaksanaan puncak acara yang dimeriahkan dengan berbagai hiburan asli Desa Kalirejo. Seperti Wayang Kulit, Kuda Kepang, Tari Cepetan, Tayub Lenggeran. Pada malam tirakatan diisi  doa bersama dengan  pembacaan surat yasin dan tahlil. Selain itu rangkaian acara juga diisi dengan pameran produk lokal Desa Kalirejo dan santunan yatim piatu.

Dalam sambutannya Kepala Desa Kalirejo, Sarman menjelaskan bahwa acara Ruwat Bumi ini sebenarnya sudah menjadi harapan seluruh masyarakat Desa Kalirejo sejak lama, jauh sebelum Covid-19.   Mengingat acara yang sudah turun temurun ini selalu memberikan manfaat untuk meningkatkan keswadayaan dan gotong royong yang menjadi ciri utama dan kekuatan Desa.

Peran pemerintah Desa hanya memberikan fasilitas dan semua agenda acara didasarkan pada hasil musyawarah para sesepuh adat Desa. Dan sekedar mendukung beberapa kebutuhan yang sesuai dengan kemampuan dan tetap berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, terutama dalam penggunaan anggaran Desa.

Kemeriahan kirab tumpeng yang lebih kurang dihadiri 1000 orang dari berbagai unsur masyarakat, mencerminkan bahwa sejatinya masyarakat sudah sangat rindu dengan kegiatan adat budaya yang bermafaat memperkokoh kebersamaan dan guyub rukun seluruh lapisan masyarakat. Rasa memiliki Desa tercermin dari bagaimana semua unsur merasa bertanggung jawab atas suksesnya acara dimaksud. Bahkan para sesepuh Adat Desa hampir seluruhnya hadir dan mengawal setiap tahapan acara penuh Khidmah.

Yusuf Murtiono dari YP2M-FORMASI yang diminta memberikan sambutan sebagai “guru Desa”, memberikan penghargaan dan sangat bangga atas terlaksananya kegiatan yang dapat mengungkit kembali nilai-nilai budaya Desa akan kuat dan bangkit kembali manakala kegiatan budaya yang diwariskan masih dianggap baik oleh sebagian besar masyarakat. Maka berdasarkan ketentuan yang diatur dalam UU Desa, pemerintah hukumnya harus memberikan rekognisi, pengakuan terhadap adat istiadat dimaksud. Pada sisi lain, untuk mempercepat gerakan inovasi Desa, maka Desa tidak boleh tertutup dengan hal-hal baru yang lebih baik.

Pada akhir sambutannya, Yusuf mengatakan bahwa jatidiri desa ada pada kekuatan budaya yang dimiliki. Ketika nilai-nilai sosial dan budaya desa terdegradasi, luntur maka desa akan menghadapi tantangan yang besar untuk membangun desa berdasarkan pada keswadayaan dan gotong royong. Maka tugas kewajiban pemerintah desa untuk selalu memfasilitasi dan mendorong bangkitnya seni dan budaya Desa sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh Desa berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dan itulah wujud dari Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Kepala Desa Kalirejo dengan disaksikan para kasepuhan adat Desa berkeinginan untuk acara ritual budaya Desa tahun 2023 lebih meriah dan fokusnya dapat mengungkit potensi ekonomi, swadaya dan gotong royong desa secara lebih optimal. Semoga terwujud……

 

Prev Post MallSampah: Buang Sampah di Mall
Next Post Desa Seboro Kebumen Dukung Aksi Penanaman 10 Juta Pohon
Related Posts
Commnets
Leave A Comment
or

For faster login or register use your social account.

Connect with Facebook